Tempat sharing berbagai informasi kepenulisan


    [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Share
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Tue May 04, 2010 7:56 pm

    PENGANTAR

    Conlang adalah bahasa buatan yg sengaja diciptakan untuk keperluan tertentu. Salah satu kegunaan conlang adalah untuk mendukung keberadaan aspek budaya dalam sebuah karya fantasi, minimal dalam tatanama tokoh (baik dalam mainstory, historical ataupun mythological) serta tatanama fitur2 geografis sebuah conworld /dunia buatan (seperti nama kota, gunung, laut, negara, suku, dll).

    Lebih lanjut lagi, conlang dapat diciptakan sebagai sebuah bahasa yg kumplit dengan vocabulary dan grammarnya, dan hal ini setidaknya dapat menunjang suatu aspek budaya masyarakat untuk setting sebuah mainstory. Misalnya untuk keperluan mantra-mantra sihir, frase2 khusus, ataupun sebuah puisi/ lagu hasil budaya masyarakat tersebut)

    Menciptakan sebuah conlang itu gampang. Dengan hanya berbekal banyak kreativitas dan sedikit dasar-dasar linguistik (ilmu bahasa) kita bisa menciptakan lusinan bahasa kreasi kita sendiri untuk digunakan dalam karya fantasi kita.

    Nah, marilah kita belajar bersama di thread ini!!! Very Happy cat alien albino cherry


    Last edited by dejongstebroer on Tue May 04, 2010 10:57 pm; edited 3 times in total
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Tue May 04, 2010 10:52 pm

    BAB I FONOLOGI

    Terlebih dulu kita menentukan fonem2 yg akan dipakai untuk bahasa kita nanti. Misalnya apakah kita akan menggunakan fonem V atau W atau dua-duanya atau tidak dua-duanya tergantung preferensi kita. Apakah juga kita menggunakan fonem TH yg diucapkan seperti kata "thin" dalam bahasa Inggris, sedangkan yg diucapkan seperti "then" digunakan fonem lain tau malah ditiadakan. Apakah juga dalam bahasa kita nanti muncul fonem NG, KH, Z, X, AE, OI, dsb atau tidak sekali lagi tergantung preferensi conlanger. Jadi sebaiknya dipilih dulu fonem2 yg akan dipakai.

    Hal ini berkaitan dengan penciptaan aksara buatan (conscript) sebagai pelengkap conlang, yg akan dibahas belakangan.

    Razz Razz Razz Razz
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Tue May 04, 2010 11:38 pm

    BAB II MORFOLOGI

    Ciptakan vocabulary sebanyak-banyaknya dan golongkan berdasarkan kelas2 katanya :
    1. Kata benda (noun), seperti misalnya : OLIH (meja), GIDURES (buku), BUDREV (orang), LOKH (raja), FONGZO (rumah), dsb
    2. Kata kerja (verb), seperti misalnya : NIBRA (tidur), GUNREX (memberi), ASLAR(datang), VIRDA (naik), AMYANG (bekerja), dsb
    3. Kata sifat (adjective), seperti misalnya : GOST (besar), BREGIK (dingin), TRANGOL (cepat), HILVAR (mati), STRELO (bahagia), dsb
    4. Kata keterangan (adverb), seperti misalnya : DUMA (besok), KALOT (di sini), dsb
    5. Kata ganti (pronoun), seperti misalnya : ARAH (aku), HASAK (kamu), MOS (dia), TANG (apa), dsb
    6. Kata sambung (conjunction), seperti misalnya : NOU (dan), GATHA (ketika), dsb


    Ada beberapa metode penciptaan vocabulary, dan akan dibahas pada bab-bab selanjutnya.

    Penciptaan vocabulary ini berfungsi untuk menciptakan sistem tatanama pada karya fantasi kita, baik nama tokoh, nama ras/ makhluk, nama kota, laut, gunung, dsb. Misalnya ada orang yg bernama GOST-LOKH (berarti "raja besar") karena dulu orang tuanya berharap suatu hari nanti dia akan menjadi raja besar. Sebuah ras/ suku/ bangsa yg dikenal dengan nama BREGIK-BUDREV (yg berarti "orang dingin"), karena menghuni daerah dingin atau 'berdarah dingin'. Sebuah kota bernama LOKH-GUNREX "pemberian raja/ raja memberi" karena menurut sejarahnya merupakan hadiah seorang raja kepada permasuri tercintanya, dsb.

    pig What a Face clown
    ADAKAH PERTANYAAN???
    pig What a Face clown
    avatar
    LuzBalthasaar
    Pendatang Baru

    Posts : 15
    Join date : 2010-04-30

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  LuzBalthasaar on Wed May 05, 2010 8:56 am

    Masalahku dengan conlang masih sama dengan kayak aku bilang dulu. Grammarnya oke, tapi kalau ditulis nggak cakep, dan dibunyikan tetep nggak enak. Coba baca dan ucapkan, gunrex, trangol, bregik... uh oh. Ga ada kecocokan bunyi yang menunjukkan kalau semua kata itu berasal dari satu bahasa yang sama.

    Padahal yang penting dalam cerita itu bukanlah aturan berbahasa. Nanti kalau udah jadi cerita, emangnya pembaca bakal mikirin grammarnya pertama-tama? Ngga. Mereka tertarik pada ceritanya pertama-tama, dan conlang cuma jadi pendukung.

    Oleh karena itu, aku pikir yang paling penting adalah bikin kesatuan rasa pada kosakatanya dulu.

    Oh ya, ke pembahasan Luminoska: aku dah ngelihat 15 halaman pertama link yang dikasih dan ngeskim sampe halaman 20 an keatas. Katanya mitologinya udah komplit, dan okay, itu bisa dipake, walau aku butuh penjabaran mitos yang nggak terpatah-patah. Please bikin tret baru yang isinya mitos lengkap itu, sekalian buat mulai pembahasan.

    Kedua setting dunia Luminoska ini mau kayak apa? Katanya mau tipe2 steampunk Eropa, tapi itu kok ada Mbok Parsiyem? Very Happy Apa mau universe campur2 dengan lubang antardimensi macam Kingdom Hearts aja?
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Wed May 05, 2010 12:09 pm

    @ mbak Luz :
    Masalahku dengan conlang masih sama dengan kayak aku bilang dulu. Grammarnya oke, tapi kalau ditulis nggak cakep, dan dibunyikan tetep nggak enak. Coba baca dan ucapkan, gunrex, trangol, bregik... uh oh. Ga ada kecocokan bunyi yang menunjukkan kalau semua kata itu berasal dari satu bahasa yang sama.
    Makanya itu ditentuin dulu fonem2 apa aja yg mau dipake... Contoh2 yg aku bikin itu cuma ngawur spontanitas, dengan asumsi semua fonem dalam bahasa Indonesia bisa dipake.

    Padahal yang penting dalam cerita itu bukanlah aturan berbahasa. Nanti kalau udah jadi cerita, emangnya pembaca bakal mikirin grammarnya pertama-tama? Ngga. Mereka tertarik pada ceritanya pertama-tama, dan conlang cuma jadi pendukung.
    Memang,, cuma sebagai bumbu biar settingnya lebih believable, gak abal-abal

    Tentang Luminoska : oke,, tar dibikinkan tred khususnya segala sesuatu ttg Luminoska
    avatar
    Bubub Clone
    Pendatang Baru

    Posts : 20
    Join date : 2010-05-01
    Age : 29
    Location : Other Universe

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  Bubub Clone on Thu May 06, 2010 6:03 pm

    penggunaan conlang ini biasanya untuk cerita epik-fantasy yah ?
    soalnya kalo di fantasy lain jarang nemu, apalagi kalo settingnya urban ;p

    paling hanya sebatas pemilihan nama kan ?
    Lagian kalo nggak ati2 kebanyakan conlang kadang malah bikin bingung pembaca nggak sih ?
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Thu May 06, 2010 9:58 pm

    Bubub Clone wrote:penggunaan conlang ini biasanya untuk cerita epik-fantasy yah ?
    soalnya kalo di fantasy lain jarang nemu, apalagi kalo settingnya urban ;p

    paling hanya sebatas pemilihan nama kan ?
    Lagian kalo nggak ati2 kebanyakan conlang kadang malah bikin bingung pembaca nggak sih ?

    Gak juga,, cerita2 yg bersetting masa depan/ luar angkasa sering dibikinin conlang. Kalo yg setting luar angkasa jelas ada Star Trex yg terkenal dengan bahasa Klingon-nya (yg bahkan kumplit sampe grammarnya dan dipelajari oleh ahli2 bahasa).. Jadi kalo misal kita bikin cerita ttg hubungan manusia bumi dengan "alien" ada baiknya kalo diciptakan conlang yg digunakan masyarakat alien tersebut. Mustahil khan kalo makhluk dari planet lain berbicara dengan bahasa manusia??

    Banyak contoh film yg bercerita ttg makhluk planet lain yg pake conlang, meskipun dgn penggunaan yg tidak terlalu banyak. Misalnya : Avatar, Stargate.

    Pernah liat sinetron yg dibintangi Anjasmara yg bercerita ttg makhluk alien di Indosiar gak?? Meskipun ceritanya jayuss, alay, norak dan parah gak ketulungan (+ mirip film ET / Koi Mil Gaya), setidaknya pembuat sinetron ini sudah memperhitungkan believability cerita, dengan membuat skenario di mana para alien berbicara dengan bahasa alien, bukan bahasa Indonesia

    Trs untuk yg bertema futuristik, jg ada film2/ cerita2 yg pake conlang. Misalnya The Time Machine yg bercerita ttg bumi di masa depan di mana manusianya disebut Eloi dan berbicara dlm bahasa Eloi (dan diceritakan kalo English adalah bahasa kuno yg sudah tidak digunakan lagi).

    Jadi jika kita mau bikin cerita yg futuristik, ada baiknya juga dilengkapi dgn conlang karena logikanya suatu bahasa pasti terus berubah dari masa ke masa. Bisa saja suatu bahasa akan mati (tidak digunakan) dan digantikan oleh bahasa lain yg merupakan bahasa turunannya, seperti kasus bahasa Anglo-Saxon (Old english) ke Middle English, trs ke Modern English. Modern English skrg benar2 berbeda jika dibandingkan dengan Old English.

    Kalo setting kontemporer/ modern, mungkin bisa juga dibikinin conlang. Misal cerita ttg seorang/ sekelompok manusia/ vampire yg tidak pernah berhubungan dengan manusia lainnya (terisolir atau sengaja mengasingkan diri), tentu saja logikanya dia/ mereka tidak bisa bercakap2 dengan bahasa manusia kebanyakan. Dan orang/ masyarakat tersebut cenderung menciptakan bahasa sendiri yg digunakan untuk kalangan sendiri.

    Penggunaan conlang juga sebaiknya dibatasi. Hanya sebagai bumbu aja demi believabilty cerita.
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Thu May 06, 2010 10:38 pm

    2.1 KATA BENDA
    a. Penjamakan
    Tentukan bagaimana kata benda yg kita ciptakan itu dijamakkan! Apakah dengan cara penambahan/ pengurangan fonem, penggantian fonem, reduplikasi atau dengan penambahan kata keterangan? Atau mungkin tidak memiliki bentuk jamak karena bentuk tunggalnya sama dengan bentuk jamaknya?

    Apakah juga ada kata benda yg selalu berbentuk jamak meskipun bermakna tunggal (seperti kata mayim dalam bahasa Ibrani yg berarti "air") dan kata benda yg selalu berbentuk tunggal tetapi bermakna jamak (seperti kata people dlm bhs Inggris)?
    Contoh : LOKH ("raja"/ king), YALOKH ("para raja"/ kings)

    b. Gender
    Tentukan pula apakah kata bendanya digolongkan menurut gender apa tidak! Jika ya, yg termasuk maskulin yg mana saja, yg feminin apa saja, dan jika diperlukan yg ber-gender neutrum apa saja. Seperti misalnya dlm bhs Jerman kata Korb ("keranjang") adalah maskulin, Gabel ("garpu") adalah feminin, Ei ("telur")adalah neutrum.

    Adakah kata benda maskulin yg bisa dijadikan feminin/ neutrum dengan cara penambahan/ pengurangan/ penggantian fonem seperti misalnya dlm bahasa Italia ada kata ragazzo ("anak laki2") dan ragazza ("anak perempuan"),dsb?

    Contoh :
    LOKH ("raja"/ king), YALOKH ("para raja"/ kings) dan LOKHASA ("ratu"/ queen), YALOKHASA ("para ratu"/ queens)
    Jika dirasa ribet membuat aturan per-gender-an, sebaiknya tidak usah dipaksakan. Beberapa bahasa seperti bahasa Indonesia dan Mandarin tidak mengelompokkan kata bendanya menurut gender.

    Basketball cheers
    Adakah pertanyaan????
    Selanjutnya kita akan menginjak ke per-kasus-an
    Basketball cheers


    Last edited by dejongstebroer on Fri May 07, 2010 10:49 am; edited 3 times in total
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Fri May 07, 2010 1:02 am

    c. Kasus
    Tentukan apakah kata benda yg kita ciptakan bisa dideklinasikan (mengalami perubahan bentuk) menurut kasus apa tidak. Jika bisa, kreasikan sedemikian rupa dengan menambah/ mengurangi/ mengganti fonem untuk kasus-kasus yg dikehendaki.

    Kasus dlm beberapa bahasa digunakan untuk menjelaskan kedudukan kata benda dalam kalimat, Kasus berguna untuk efektivitas kalimat sehingga kalimat tidak terlalu panjang oleh kata sambung/ kata keterangan yg menjelaskan kedudukan kata benda yg bersangkutan.
    Ada beberapa kasus :
    1. Nominatif = subyek kalimat
    2. Genitif = menerangkan bagian dari...
    3. Datif = obyek tak langsung kalimat
    4. Akusatif = obyek langsung kalimat
    5. Ablatif = menerangkan gerakan dari...
    6. Vokatif = panggilan
    7. Lokatif = menerangkan tempat di..
    8. Instrumentatif = menerangkan yg digunakan

    Tidak semua kasus dimiliki oleh suatu bahasa. Bahasa Sanskrit mempunyai semua kasus tersebut. Bahasa Latin tidak memiliki kasus lokatif dan instrumentatif. Bahasa Jerman hanya memiliki kasus no. 1 s/d no. 4

    Misalnya kita tetapkan LOKH = "raja"/ king, dideklinasikan sbb :
    1. Nominatif : LOKH (king)
    2. Genitif : LOKH- (of king)
    3. Datif : LOKHID (to king)
    4. Akusatif : LOKHOSTO (king)
    5. Ablatif : LOKHON (from king)
    6. Vokatif : HOLOKH (King!)
    7. Lokatif : LOKHURE (in king)
    8. Instrumentatif : LOKHATAR (by king)

    Fungsi masing2 kasus akan semakin jelas jika sudah dibuat kalimat. Pembuatan kalimat akan dijelaskan pada Bab III SINTAKSIS

    Jika terlalu ribet dengan aturan perkasusan, tidak perlu dipaksakan. Bahasa-bahasa modern kebanyakan malah membuang aturan perkasusan yg dimiliki oleh bahasa kunonya, sebagai gantinya digunakan kata keterangan dan kata sambung untuk menjelaskan kedudukan kata benda dalam kalimat.
    affraid affraid
    ADA PERTANYAAN?????
    kalo tidak, kita akan menginjak ke Kata Kerja
    affraid affraid
    avatar
    Bubub Clone
    Pendatang Baru

    Posts : 20
    Join date : 2010-05-01
    Age : 29
    Location : Other Universe

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  Bubub Clone on Sun May 09, 2010 5:12 pm

    dejongstebroer wrote:Jadi jika kita mau bikin cerita yg futuristik, ada baiknya juga dilengkapi dgn conlang karena logikanya suatu bahasa pasti terus berubah dari masa ke masa.

    Penggunaan conlang juga sebaiknya dibatasi. Hanya sebagai bumbu aja demi believabilty cerita.

    Oke, emang kalo setting futuristik juga bisa make conlang sih. Tapi yang jadi masalah itu cara kita menyiasati gimana ceritanya dengan penggunaan conlang itu..

    Misal, setting 1000 tahun di masa depan. Bahasa udah berubah. Tapi gak mungkin juga kan kita bercerita dengan bahasa conlang. Dan kalo memasukkan sedikit ungkapan conlang aja jadinya agak aneh kan. Ato penggunaan conlang-nya disiasati sebatas penggunaan nama, baik orang, benda maupun lokasi ?

    Kayak Dune, planet Arrakis jadi Rakis aja setelah sekian ribu tahun kemudian..
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Mon May 10, 2010 11:49 pm

    Bubub Clone wrote:
    Oke, emang kalo setting futuristik juga bisa make conlang sih. Tapi yang jadi masalah itu cara kita menyiasati gimana ceritanya dengan penggunaan conlang itu..
    Iyak betulll.

    Bubub Clone wrote:
    Misal, setting 1000 tahun di masa depan. Bahasa udah berubah. Tapi gak mungkin juga kan kita bercerita dengan bahasa conlang. Dan kalo memasukkan sedikit ungkapan conlang aja jadinya agak aneh kan. Ato penggunaan conlang-nya disiasati sebatas penggunaan nama, baik orang, benda maupun lokasi ?

    Kayak Dune, planet Arrakis jadi Rakis aja setelah sekian ribu tahun kemudian..
    Soal bahasa pengantar dalam cerita (baik deskripsi maupun dialog) gk perlu pake conlang donk... cuma misalnya untuk istilah tertentu yg unik dan dirasa agak aneh jika ditranslate ke bahasa kita lebih baik pake conlang. Nama orang, benda maupun lokasi diusahakan pake conlang.

    sedikit OOT, untuk cerita2 yg bersetting sejarah masa lalu, misalnya Yunani Kuno, Romawi Kuno, Mesir Kuno, Mesopotamia Kuno, dll diusahakan untuk menggunakan tata nama yg berlaku pada masa itu, dengan bahasa kunonya dan tidak memakai nama2 modern.

    Jika tidak mau ribet, bisa dipakai nama2 tokoh2 sejarah/ mitologis negara yg bersangkutan yg mungkin "pasaran" pada jamannya.

    Misalnya sebuah cerita bersetting jaman Arthurian, pakailah nama2 Celtic kuno untuk tokoh yg berdarah Celtic, nama Anglo Saxon untuk tokoh yg berdarah Anglo- Saxon, nama2 Norse untuk org2 Norse, dll.
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Sat May 22, 2010 3:57 pm

    2.2. KATA KERJA
    a. Waktu (Tenses)
    Tentukan apakah kata kerja-kata kerja yang kita ciptakan itu dikonjugasikan (mengalami perubahan bentuk) menurut aspek waktu (tense) atau tidak. Ada berapa tenses yang digunakan? Kreasikan sedemikian rupa dengan menambah/ mengurangi/ mengganti fonem untuk tense yg dikehendaki. Setidaknya ada 3 aspek waktu yang penting : lampau (past), sekarang (present) dan akan datang (future). Tunjukkan perbedaan antara bentuk past, present dan future-nya.

    Perlu diperhatikan apakah juga memperhatikan aspek indikatif (simple), progresif (continuous) serta perfektif (perfect), subjungtif (conditional), dsb serta adanya bentuk nominal kata kerja seperti infinitif, gerund dan participle? jika ya, kreasikan lagi kata kerja tersebut dengan pendambahan/ pengurangan/ penggantian fonem.

    Contoh : GUNREX = memberi
    past : GUGUNREX -> reduplikasi suku kata pertama
    present : GUNREX
    future : GUNREXREX -> reduplikasi suku kata terakhir
    present progresif : GAMUNREX -> menyisipkan -AM-
    present perfect : GASUNREX -> menyisipkan -AS-
    infinitif : GUNREXASA

    Jika terlalu sulit/ ribet sebaiknya tidak usah dibuat sejauh itu. Beberapa bahasa modern terkesan lebih sederhana daripada bahasa kunonya. Bahasa Perancis, Spanyol dan Italia membuang aturan beberapa tenses bahasa Latin. Sebagai gantinya mereka menggunakan bentuk "periphrastic" (dengan bantuan auxiliary/ kata kerja bantu) untuk menjelaskan beberapa tenses. Seperti misalnya untuk future tense digunakan kata kerja bantu yg bermakna "pergi" sebelum bentuk nominalnya (infinitif).

    Contoh :
    future : MIDAR GUNREXASA -> secara leksikal bermakna "pergi memberi" (go to give), tetapi kemudian secara gramatikal digunakan untuk mengganti GUNREXREX.
    present perfect : TARGO GUNREXASA -> secara leksikal bermakna "punya memberi" (have to give), tetapi kemudian secara gramatikal digunakan untuk mengganti GASUNREX.

    Hehehe Hehehe


    Last edited by dejongstebroer on Mon Jun 21, 2010 9:44 pm; edited 1 time in total

    stezsen
    Pendatang Baru

    Posts : 5
    Join date : 2010-06-17

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  stezsen on Thu Jun 17, 2010 10:19 am

    dejongstebroer wrote:c. Kasus
    Tentukan apakah kata benda yg kita ciptakan bisa dideklinasikan (mengalami perubahan bentuk) menurut kasus apa tidak. Jika bisa, kreasikan sedemikian rupa dengan menambah/ mengurangi/ mengganti fonem untuk kasus-kasus yg dikehendaki.

    Kasus dlm beberapa bahasa digunakan untuk menjelaskan kedudukan kata benda dalam kalimat, Kasus berguna untuk efektivitas kalimat sehingga kalimat tidak terlalu panjang oleh kata sambung/ kata keterangan yg menjelaskan kedudukan kata benda yg bersangkutan.
    Ada beberapa kasus :
    1. Nominatif = subyek kalimat
    2. Genitif = menerangkan bagian dari...
    3. Datif = obyek tak langsung kalimat
    4. Akusatif = obyek langsung kalimat
    5. Ablatif = menerangkan gerakan dari...
    6. Vokatif = panggilan
    7. Lokatif = menerangkan tempat di..
    8. Instrumentatif = menerangkan yg digunakan

    Tidak semua kasus dimiliki oleh suatu bahasa. Bahasa Sanskrit mempunyai semua kasus tersebut. Bahasa Latin tidak memiliki kasus lokatif dan instrumentatif. Bahasa Jerman hanya memiliki kasus no. 1 s/d no. 4

    Misalnya kita tetapkan LOKH = "raja"/ king, dideklinasikan sbb :
    1. Nominatif : LOKH (king)
    2. Genitif : LOKH- (of king)
    3. Datif : LOKHID (to king)
    4. Akusatif : LOKHOSTO (king)
    5. Ablatif : LOKHON (from king)
    6. Vokatif : HOLOKH (King!)
    7. Lokatif : LOKHURE (in king)
    8. Instrumentatif : LOKHATAR (by king)

    Fungsi masing2 kasus akan semakin jelas jika sudah dibuat kalimat. Pembuatan kalimat akan dijelaskan pada Bab III SINTAKSIS

    Jika terlalu ribet dengan aturan perkasusan, tidak perlu dipaksakan. Bahasa-bahasa modern kebanyakan malah membuang aturan perkasusan yg dimiliki oleh bahasa kunonya, sebagai gantinya digunakan kata keterangan dan kata sambung untuk menjelaskan kedudukan kata benda dalam kalimat.
    affraid affraid
    ADA PERTANYAAN?????
    kalo tidak, kita akan menginjak ke Kata Kerja
    affraid affraid

    adaaaa
    masih bingung ama nominatif dkk
    bisa dijelasin pake bahasa yg lebih mudah ga?


    trus satu lagi
    gimana cara bikin bahasa biar keliatan 1 bahasa ato 1 rumpun bahasa
    misalnya bhs malay ama indo satu rumpun tapi beda
    bahasa2 eropa banyak yg serumpun tapi beda juga
    nah, cara bikin kaya gitu gimana?
    saya g peka bahasa soalnya
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Thu Jun 17, 2010 11:24 pm

    stezsen wrote:
    adaaaa
    masih bingung ama nominatif dkk
    bisa dijelasin pake bahasa yg lebih mudah ga?

    Sebenarnya penjelasan tentang kasus2 itu dan hubungan2nya akan dijelaskan pada Bab Sintaksis (tata kalimat), tapi tidak apa2, akan saya jelaskan dulu dengan contoh.

    Misalkan ada kalimat :
    The king's mother gave her servants some money at the garden of her palace.
    Ibu sang raja memberi hamba-hambanya uang di taman istananya.

    Dari kalimat tersebut bisa dianalisis kata2 bendanya, sbb :
    1. Ibu (the mother) bernilai nominatif, karena menjadi subjek kalimat tersebut.

    2. Sang raja (the king's) bernilai genitif karena bermakna partitif (bagian dari) atau posesif (kepunyaan dari) kata benda yg lain (dalam hal ini adalah ibu (the mother) sebagai nominatif/ subjek kalimat).
    Frase the king's mother bisa diganti dengan the mother of the king, di mana pada kalimat tersebut, sang raja (the king) tidak bisa berdiri sendiri dan selalu terikat dengan ibu (the mother). Preposisi of menyatakan bahwa the mother adalah kepunyaan dari the king

    3. Hamba-hamba (the servants) bernilai objek tak langsung (datif) dengan akhiran -nya (her _) sebagai kata ganti kepunyaan (possesive pronoun)
    Frase her servants bisa diganti dengan the servants of her, di mana her sebagai kata ganti orang (personal pronoun) juga tidak bisa berdiri sendiri dan selalu terikat dengan the servants.

    4. Uang (some money) bernilai objek langsung (akusatif) karena kalimat di atas bisa juga diganti sbb :

    The king's mother gave some money to her servants at the garden of her palace.
    Ibu sang raja memberi uang kepada hamba-hambanya uang di taman istananya.

    Kata benda yg berwarna merah adalah indirect object (objek tak langsung), karena bisa diterjemahkan dengan bantuan kata depan (preposisi) kepada (to), sedangkan kata benda yg berwarna biru tidak memerlukan bantuan preposisi sehingga disebut sebagai direct object (objek langsung).

    5. Taman (the garden) bernilai lokatif, karena menunjukkan tempat dan ada preposisi di (at)yg menunjukkan tempat/ lokasi.

    6. Istana (the palace) bernilai genitif, tidak bisa berdiri sendiri dan terikat maknanya dengan the garden. Preposisi of menyatakan bahwa the garden adalah bagian dari the palace. Sedangkan her adalah posessif pronoun yg menyatakan kepemilikan.

    UNDERSTAND????

    stezsen
    Pendatang Baru

    Posts : 5
    Join date : 2010-06-17

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  stezsen on Thu Jun 17, 2010 11:32 pm

    lumayan...

    tapi masih rada bingung bedain datif ama akusatif
    sambil jalan aja kayaknya Smile

    thanks senior
    ** menunggu lanjutannya
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Fri Jun 18, 2010 12:18 am

    stezsen wrote:
    trus satu lagi
    gimana cara bikin bahasa biar keliatan 1 bahasa ato 1 rumpun bahasa
    misalnya bhs malay ama indo satu rumpun tapi beda
    bahasa2 eropa banyak yg serumpun tapi beda juga
    nah, cara bikin kaya gitu gimana?
    saya g peka bahasa soalnya

    Bisa diikuti salah satu cara berikut ini :
    1. Ciptakan langsung beberapa kata yang mirip untuk beberapa conlang yg berbeda (yg ceritanya serumpun).
    misalnya : "raja" dalam bahasa A adalah : LOKH, dalam bahasa B : LOG, bahasa C : LAUH, bahasa D : LUKAN, bahasa E : ROXON.
    Ini diperlukan kreativitas dan banyak waktu hanya untuk menyusun glosarry beberapa bahasa sekaligus. Jadi yg kurang efektif.

    2. Ciptakan vocabulary satu conlang dahulu, kemudian dibuat "hukum pertukaran fonem" dengan conlang lainnya (yg ceritanya serumpun)
    misalnya : "raja" (king) dalam bahasa A adalah : LOKH, dalam bahasa B semua fonem KH dalam bahasa A berubah menjadi fonem G sehingga "raja" dalam bahasa B = LOG.
    Kemudian fonem O dalam bahasa A berubah menjadi diftong AU dalam bahasa C, dan fonem KH dihaluskan menjadi fonem H sehingga "raja" dalam bahasa C = LAUH.
    Sementara itu dalam bahasa D menjadi LUKAN, karena semua kata benda dalam bahasa D dicirikan dengan akhiran fonem -AN.
    Dan akhirnya dalam bahasa E menjadi ROXA, kerena semua fonem L dalam bahasa A berubah menjadi R dalam bahasa E, serta akhiran -A sebagai penanda kata benda, menyederhanakan akhiran -AN dalam bahasa D.
    Cara yg ini lebih sedernaha karena conlanger hanya perlu mengingat vocabulary salah satu conlang dan hukum pertukaran fonemnya saja, tanpa harus menghafal seluruh kata dalam semua conlang yg diciptakan.

    Kata2 dalam dalam beberapa bahasa serumpun yg mirip bentuknya, tidak harus sama maknanya, tetapi saling berhubungan maknanya. Misalnya untuk kata LUKAN dalam bahasa D (yg mirip dengan LOKH dlam bahasa A) bisa kita beri makna : "pemimpin" (chief) sementara kata ROXA dalam bahasa E kita beri makna : "pangeran" (prince)

    Dengan menciptakan beberapa conlang sekaligus berikut hubungan kekerabatannya (rumpun bahasa) baik vertikal antara bahasa kuno dengan bahasa baru/ keturunannya, maupun horizontal antara bahasa2 yg "bersaudara", bisa membantu kita menciptakan juga sejarah bagaimana bangsa/ suku bangsa yg menggunakan conlang2 tersebut berkembang dari jaman ke jaman.

    Perlu diperhatikan, ada kalanya seorang conlanger perlu juga menciptakan conlang yg lain (yg tidak berkerabat dengan bahasa utama). Dan perlu diingat, hubungan sejarah antar bangsa yg tidak berkerabat (baik hubungaan karena kolonialisme, perdagangan, atau penyebaran agama) bisa mempengaruhi suatu bahasa dalam memperkaya kosakatanya.

    Kita ambil contoh saja bahasa Indonesia, yg dlm perkembangannya :
    - karena pengaruh kolonialisme Belanda, mengadaptasi beberapa kata bhs Belanda
    - karena pengaruh perdagangan dan globalisasi, mengadaptasi beberapa kata bhs Inggris sbg bhs internasional.
    - karena pengaruh penyebaran agama Hindu/Budha dan Islam di masa lalu, mengadaptasi beberapa kata Sansekerta dan Arab/ Persia.

    stezsen
    Pendatang Baru

    Posts : 5
    Join date : 2010-06-17

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  stezsen on Fri Jun 18, 2010 9:19 am

    wow cara yg pertama kayaknya susah
    pake cara kedua aja deh

    ah iya, kata2 serapan ya
    itu juga harus ikut peraturan penukaran huruf conlangnya kan?
    thanks kk

    ada lanjutan materinya lagi?
    saya menunggu Laughing
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Fri Jun 18, 2010 11:26 pm

    stezsen wrote:lumayan...

    tapi masih rada bingung bedain datif ama akusatif
    sambil jalan aja kayaknya Smile

    thanks senior
    ** menunggu lanjutannya

    Bahasa Indonesia dan Inggris sama2 tidak memakai aturan perkasusan. Jadi sangat sulit kita memahami perbedaan kasus2 itu jika kita memakai contoh dgn bahasa2 itu. Coba pelajari tata bahasa Jerman atau Rusia yang masih memakai aturan perkasusan.

    Wink
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Mon Jun 21, 2010 10:22 pm

    b. Modus (Mode)
    Tentukan bagaimana bentuk kata kerja aktif dan bagaimana bentuk pasifnya. Apakah menggunakan imbuhan tertentu yg membedakannya seperti dalam bahasa Indonesia (me- untuk kata kerja aktif, dan di- untuk kata kerja pasif) atau menggunakan variasi kata kerja (seperti past participle/ Verb III dalam bahasa Inggris) atau menggunakan partikel/ kata tertentu yg bisa membuat sebuah kata kerja aktif bermakna pasif.

    Contoh : dengan imbuhan A-
    GUNREX = memberi - AGUNREX = diberi
    VIRDA = naik, menaiki - AVIRDA = dinaiki
    ASLAR = datang, mendatangi - AHASLAR = didatangi (A+A = AHA)

    c. Pelaku (Persona)
    Tentukan pula apakah kata kerja juga berubah bentuk untuk masing-masing pelaku (orang pertama/ kedua/ ketiga) baik tunggal maupun jamak, seperti misalnya dalam bahas Inggris penambahan fonem -s/-es hanya diperuntukkan untuk orang ketiga tunggal (he/she/it), atau lebih kompleks lagi seperti bahasa Perancis di mana akhiran -ons, -ez, dan -ent diperuntukkan untuk masing2 pelaku orang pertama, kedua dan ketiga jamak. Jika ya, kreasikan lagi sehingga masing-masing pelaku memiliki bentuk kata kerja yang berbeda-beda.

    contoh (present tense): ASLAR = datang
    1. ASLARIKA = (aku) datang - imbuhan -IKA
    2. ASLARIZA = (kau datang) - imbuhan -IZA
    3. ASLAROMA = (dia *laki-laki*) datang - imbuhan -OMA

    ----LOKH ASLAROMA = raja datang

    4. ASLAROMASA = (dia *perempuan*) datang - imbuhan -OMASA

    ----LOKHASA ASLAROMASA = ratu datang
    ---- atau karena subjeknya sudah memakai -ASA, menjadi LOKHASA ASLAROMA saja

    5. YASLARIKA = (kami/ kita) datang - imbuhan YA-IKA
    6. YASLARIZA = (kalian datang) - imbuhan YA-IZA
    7. YASLAROMA = (mereka *laki-laki*) datang - imbuhan YA-OMA

    ----YALOKH YASLAROMA = para raja datang
    ---- atau karena subjeknya jamak sudah berawalan YA-, menjadi YALOKH ASLAROMA

    8. YASLAROMASA = (dia *perempuan*) datang - imbuhan YA-OMASA

    ----YALOKHASA YASLAROMASA = para ratu datang
    ---- atau karena subjeknya jamak sudah berawalan YA- dan berakhiran -ASA yg meerupakan penanda feminin, menjadi YALOKHASA ASLAROMA

    demikian pula dikonjugasikan untuk tense2 yg lain (past, future, dsb) serta modus pasifnya dgn pola imbuhan2 tersebut...
    contoh :
    LOKH AHASLAROMA = raja didatangi (pasif, penambahan fonem A-)
    LOKHASA ASAMLAROMA = ratu sedang datang (present progresif/ continuous, dgn sisipan -AM-)
    YASLARLARIKA = kami akan datang (future, reduplikasi suku kata akhir) atau YAMIDARIKA ASLARASA (future, dgn kata kerja bantu MIDAR = pergi)

    Jika merasa terlalu ribet, tidak perlu dibuat sejauh itu. Beberapa bahasa seperti Indonesia dan Mandarin tidak mengkonjugasikan kata kerjanya menurut pelaku, dengan ketentuan subyek harus disertakan dengan kata kerjanya.
    contoh :
    1. KO ASLAR = aku datang
    2. ZO ASLAR = kau datang
    3. MO ASLAR = dia *laki2* datang

    ----LOKH ASLAR = raja datang

    4. MOSA ASLAR = dia *perempuan* datang

    ----LOKHASA ASLAR = ratu datang

    5. YAKO ASLAR = kami/ kita datang
    6. YAZO ASLAR = kalian datang
    7. YAMO/ YAMOSA ASLAR = mereka datang

    ----YALOKH ASLAR = para raja datang
    ----YALOKHASA ASLAR = para ratu datang

    Ada kalanya beberapa kata kerja tidak dikonjugasikan dengan pola-pola tertentu dan terkesan tidak beraturan. Tentukan pula beberapa kata kerja yg seolah-olah merupakan "Kata Kerja Tidak Beraturan" dan bagaimana konjugasinya menurut tense, modus dan persona-nya.

    Basketball Basketball
    ADA PERTANYAAN????
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Tue Jun 22, 2010 2:00 am

    d. Kelas Kata Kerja dan kata Kerja tak Beraturan

    Beberapa bahasa menggoongkan kata kerjanya dalam beberapa kelas sesuai dengan pola konjugasinya. Bahasa Inggris hanya menggolongkan 2 : Regular Verbs dan Irregular Verbs
    contoh :
    Misal kita bikin 3 kelas kata kerja : Regular 1, Regular 2 dan Irregular

    Regular 1 adalah kelas kata kerja yg dikonjugasikan seperti ASLAR = datang (lihat contoh di atas)

    Regular 2 : Kata kerja yg berakhiran vokal, misalnya TARGO = mempunyai,
    dikonjugasikan dlm present tense sebagai berikut :

    1. TARGOKA = (aku) punya - imbuhan -KA
    2. TARGOZA = (kau) punya - imbuhan -ZA
    3. TARGOMA = (dia *laki-laki*) punya - imbuhan -MA

    ----LOKH TARGOMA = raja punya

    4. TARGOMASA = (dia *perempuan*) punya - imbuhan -MASA
    5. YATARGOKA = (kami/ kita) punya - imbuhan YA-KA
    6. YATARGOZA = (kalian) punya - imbuhan YA-ZA
    7. YATARGOMA = (mereka *laki-laki*) punya - imbuhan YA-MA

    ----YALOKH TARGOMA = para raja punya

    8. YATARGOMASA = (dia *perempuan*) punya - imbuhan YA-MASA

    Irregular : Kata kerja yg dikonjugasikan secara spesial, tidak mengikuti pola-pola yg biasanya. Misalnya kata kerja NIBRA (= tidur), dan kata2 kerja yg berawalan NI- dikonjugasikan :
    1. NIBRAYAKA = (aku) tidur - imbuhan -YAKA
    2. NIBRAYAZA = (kau) tidur - imbuhan -YAZA
    3. NIBROMA = (dia *laki-laki*) tidur - imbuhan -MA
    4. NIBROMASA = (dia *perempuan*) tidur - imbuhan -MASA
    5. YANIBRAKA = (kami/ kita) tidur - imbuhan YA-KA
    6. YANIBRAZA = (kalian) tidur - imbuhan YA-ZA
    7. YANIBROMA = (mereka *laki-laki*) tidur - imbuhan YA-MA
    8. YANIBROMASA = (dia *perempuan*) punya - imbuhan YA-MASA
    NIBRA tidak memiliki bentuk pasif

    lebih lanjut lagi :
    konjugasi past tensenya = present : NIBRA : NIBRAYAKA, NIBRAYAZA, NIBROMA, dst
    konjugasi futurenya : NIBRARA : NIBRARAKA, NIBRARAZA, NIBRAROMA, dst
    konjugasi present continuous : NIBRAMA : NIBRAMAKA, NIBRAMAZA, NIBRAMAYOMA, dst
    konjugasi present perfect : NIBRASA : NIBRASAKA, NIBRASAZA, NIBRASAYOMA, dst
    dsb...

    Kalau misalkan dirasa terlalu rumit, lebih baik tidak usah dikelas2kan kata kerjanya (semua regular).
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Thu Jun 24, 2010 12:31 am

    3. KATA SIFAT
    a. Penjamakan, Gender dan Kasus
    Kata sifat pada dasarnya berfungsi menjelaskan sifat kata benda. Tentukanlah apakah aturan perkasusan dalam kata benda juga berlaku untuk kata sifat (misal jika kasus kata bendanya adalah datif, kata sifatnya berbentik datif juga), apakah kata sifat juga bisa dijamakkan atau tidak (jika kata bendanya adalah jamak, kata sifat yg menjelaskannya juga jamak), dan apakah kata sifatnya juga dibedakan berdasarkan gender atau tidak (misalkan kata bendanya feminin, kata sifatnya juga harus feminin).
    b. Yang Menerangkan dan Yang Diterangkan
    Tentukan pula bagaimana kata benda dan kata sifat yang menjelaskannya disusun dalam sebuah frase. Apakah Kata Benda (Yang Diterangkan) berada di depan kata sifat (Yang Menerangkan) seperti pada bahasa Indonesia (hukum DM), atau sebaliknya kata sifat ditulis sebelum kata benda seperti pada bahasa Inggris (hukum MD).
    Misal tanpa aturan gender dan penjamakan kata sifat, antara kata sifat dan kata benda disatukan dengan garis hubung dan memakai hukum MD :
    GOST-LOKH = raja besar
    STRELO-BUDREVASA = wanita yg berbahagia

    c. Kopula
    Kopula adalah semacam "kata kerja" yg berfungsi membentuk kalimat nominal. dalam bhs Inggris dikenal dengan nama 'to be'.
    Seperti kata kerja lainnya, 'to be' juga bisa dikonjugasikan berdasarkan tense, mode dan person.
    Dalam beberapa bahasa, seperti bhs Indonesia, untuk kalimat nominal ditulis tanpa 'to be'.
    Misal : UDAR = to be
    LOKH UDAROMA GOST = king is big
    YABUDREVASA UDAROMA STRELO = women are happy

    jika tanpa to be cukup ditulis : LOKH GOST dan YABUDREVASA STRELO

    d. Perbandingan (Comparison)
    Tentukan bagaimana bentuk perbandingan komparatif (lebih... ) dan superlatifnya (paling....)
    Bisa juga digunakan kata sifat / kata keterangan yg berarti "lebih" dan "paling" untuk membantu menjelaskan perbandingannya.
    Misal : TARA : kata sifat yg berarti "banyak" dipakai untuk superlatif
    GOST = besar, GOSTOLO = lebih besar, TARA-GOSTASA = paling besar
    STRELO = bahagia, STRELOLO = lebih bahagia, TARA-STRELOSA = paling bahagia
    dst..

    ADA PERTANYAAN GAK????


    Last edited by dejongstebroer on Sat Jun 26, 2010 4:47 pm; edited 1 time in total
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Thu Jun 24, 2010 10:09 am

    ayo donk tanya! msk gk ada yg tanya sh??
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Sat Jun 26, 2010 4:37 pm

    4. KATA KETERANGAN
    a. Keterangan Cara
    Kata keterangan cara dapat dibentuk dari kata sifat. Pembentukannya bisa melalui imbuhan tertentu, seperti dalam bahasa Inggris dengan akhiran -ly dan bhs Perancis akhiran -ment, atau dengan bantuan kata lain seperti dalam bahasa Indonesia dengan bantuan kata "secara" atau "dengan".
    Ada kalanya bentuk kata keterngan cara dengan kata sifatnya berbeda, berbentuk spesial, tidak sama dengan kata keterangan kebanyakan. Seperti dalam bahasa Inggris good dan well atau dalam bahasa Perancis mauvais dan mal.

    Contoh :
    AMAN = baik, DE-AMAN = dengan baik, secara baik
    AMANOLO = lebih baik, DE-AMANOLO = dengan lebih baik
    TAR AMANASA = paling baik, DETAR-AMANASA = dengan paling baik
    TRANGOL = cepat, DE-TRANGOL = dengan cepat, secara cepat
    TARA TRANGOLASA = paling cepat, DETARA-TRANGOLASA = secara paling cepat
    STRELO = bahagia, DE-STRELO = dengan bahagia, secara bahagia

    b. Keterangan Waktu
    Ciptakan kata keterangan waktu yg bermakna : besok, hari ini, kemarin, sekarang, setiap hari, selalu, sering, dsb
    misal : DUMA = besok, ILANDO = hari ini, ILASANDO : kemarin, BOR = sekarang, dsb

    c. Keterangan Tempat
    Ciptakan pula kata keterangan tempat yg bermakna : di sini, di sana, di situ, di mana-mana, di suatu tempat, dsb.
    misal : KALOT = disini, KALATTAR = di sana (jauh), KALAT = di situ (dekat), dsb

    stezsen
    Pendatang Baru

    Posts : 5
    Join date : 2010-06-17

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  stezsen on Wed Jul 21, 2010 4:38 pm

    reply... (biar dilanjutin lagi hehehe)
    hmm mau tanya apa yaa....

    hmm
    gimana kalo ini:
    mungkin ga bikin bahasa yg ga ada struktur pasifnya?
    jadi misalnya mau bilang 'ibu makan nasi'
    bukan 'nasi dimakan ibu'
    tapi jadi (terjemahan kasar): 'ibu melakukan - nasi yang termakan' (muntah ) Very Happy
    jadi tetep aktif gitu, cuma pasifnya diganti pake -yang ter-

    nah, udah tanya Smile
    lanjutin lagi duunks (mengharap2)
    avatar
    dejongstebroer
    Warga Desa
    Warga Desa

    Posts : 50
    Join date : 2010-04-29
    Age : 36
    Location : Purwodadi

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  dejongstebroer on Fri Jul 23, 2010 12:13 am

    stezsen wrote:reply... (biar dilanjutin lagi hehehe)
    hmm mau tanya apa yaa....
    trims udah nanya

    stezsen wrote:
    hmm
    gimana kalo ini:
    mungkin ga bikin bahasa yg ga ada struktur pasifnya?
    jadi misalnya mau bilang 'ibu makan nasi'
    bukan 'nasi dimakan ibu'
    tapi jadi (terjemahan kasar): 'ibu melakukan - nasi yang termakan' (muntah ) Very Happy
    jadi tetep aktif gitu, cuma pasifnya diganti pake -yang ter-

    bisa aja. itu dalam ilmu bahasa disebut sebagai "kausatif" yg artinya kira2 : Ibu menyebabkan nasi termakan (olehnya).

    FYI. Bahasa Spanyol malah pake bentuk kata kerja refleksif untuk membuat struktur pasif.
    Contoh : el arroz se come por la madre (nasi dimakan oleh ibu)
    se come (infinitifnya : comerse) menunjukkan kata kerja refleksif dari comer (= makan) untuk el arroz yg merupakan subjek kalimatnya, sehingga secara leksikal seharusnya kalimat tersebut bermakna dlm bhs inggris : the rice eat itself for/ by the mother, *karena por bisa berarti for atau through dlm bhs inggris*

    tetapi secara gramatikal kelimat tersebut diterjemahkan : the rice is eaten (lebih tepatnya memakai kata : consumed) by (the) mother

    kamu bisa bikin struktur pasif :
    1. dengan kata kerja yg memang dimodifikasi (dengan penambahan prefix/ infix/ suffix/ confix) sehingga berbentuk dan bermakna pasif (passive verb), sepertik dalam bhs Indonesia
    2. dengan kata kerja bentuk refleksif (reflexive verb) seperti bhs Spanyol atau kausatif.
    3. dengan model periphrastic : auixilary / copula + participle, seperti dlm bhs Inggris : to be + verb 3
    4. dengan menambahkan partikel tertentu sebelum/ sesudah kata kerja, seperti dlm bhs Mandarin
    5. dll

    stezsen wrote:
    nah, udah tanya Smile
    lanjutin lagi duunks (mengharap2)
    oke2 tunggu aja kelanjutannya as soon as possible

    Sponsored content

    Re: [dibuka lagi] WORKSHOP MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANG) UNTUK NOVEL FANTASI

    Post  Sponsored content


      Current date/time is Fri Oct 20, 2017 3:39 pm